Asuransi Sebagai Perencanaan Keluarga
Apakah penghasilan bulanan Anda sudah dapat mencukupi kebutuhan keluarga, dapat mencapai tujuan masa depan misalnya menguliahkan anak, membeli rumah di tengah kota, atau tidak ingin tabungan yang ada ludes hanya untuk membiayai rumah sakit, atau untuk membawa ke bengkel mobil Anda yang penyok tertabrak saat di parkiran? Begitu banyak tujuan dan risiko yang harus dihadapi, padahal Anda satu-satunya pencari nafkah di keluarga. Bagaimana seandainya terjadi sesuatu dengan Anda, apakah anak-anak masih bisa melanjutkan sekolah? Siapa yang harus melunasi KPR? Membayar cicilan mobil, membeli beras, dan sebagainya.
Proteksi Dalam perencanaan keuangan keluarga, proteksi adalah bagian yang tak dapat dipisahkan. Eko Endarto, Perencana Keuangan dari Biro Perencana Keuangan Safir Senduk dan Rekan mengatakan asuransi sangat dapat dijadikan sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga. Dalam jangka pendek, keluarga harus memiliki dana cadangan berbentuk cash di bank jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan tidak ter-cover asuransi. Selanjutnya dalam jangka panjang, barulah asuransi yang bertindak untuk meng-cover risiko misalnya terjadi sesuatu terhadap si ayah sehingga cacat tetap bahkan meninggal dunia. Jenis-jenis Asuransi yang terpenting dan mendasar yang mesti dimiliki sebuah keluarga adalah asuransi jiwa untuk ayah/ibu pencari nafkah. Selain itu perlu juga asuransi kesehatan, kalau sudah ada dari kantor, tidak ada salahnya mencari tambahan seandainya limit perlindungannya tidak memadai, namun pastikan asuransi tambahannya dapat mengcover kekurangan dana dari asuransi kantor.
Asuransi kerugian, misalnya melindungi rumah dari kebakaran, kecelakaan dan kehilangan mobil serta pihak ketiganya juga patut dipilih. Anda tentu tidak mau, mengeluarkan uang dengan jumlah besar yang diambil dari tabungan ketika terjadi sesuatu dengan mobil Anda dan orang lain yang tertabrak? Iya kalau Anda lagi punya uang, bagaimana kalau lagi cekak? Namun pastikan memilih asuransi sesuai dengan kebutuhan keluarga, bukan karena tidak enak dengan teman yang menawarkan. Serta sesuaikan dengan keuangan keluarga. Perlu anggaran Berapa pun penghasilan Anda tak pernah cukup jika tidak direncanakan dengan benar.
Tiap keluarga mesti membagi penghasilan dalam pos-pos pengeluaran. Pos pengeluaran pertama adalah membayar utang, misalnya cicilan kartu kredit, tagihan listrik, telepon, HP, cicilan rumah. Pos ini sebaiknya tidak lebih dari 30% dari penghasilan. Pos kedua adalah tabungan dan investasi. Jangan biasakan menabung di akhir bulan, setelah ada sisa pengeluaran, tabungan dan investasi dialokasikan di awal. Pos ini sekurang-kurangnya 10% dari penghasilan keluarga. Pos ketiga yaitu untuk premi asuransi. Asuransi diperlukan keluarga untuk memperkecil risiko keuangan yang mungkin terjadi.
Besarnya premi asuransi sebaiknya tak lebih dari 10% dari penghasilan keluarga. ‘‘Sesuaikan premi asuransi yang Anda ambil, jangan sampai memberatkan pengeluaran keluarga, karena biaya rumah tangga bukan hanya bayar premi,” kata President Agency Manager Panin Life Joanna Joe Kiao Eng. Pos terakhir barulah biaya hidup keluarga. Pos ini mendapat alokasi sisa dari pengeluaran tiga pos itu tadi. Yang termasuk dalam pos ini adalah belanja keluarga dan belanja pribadi Anda dan pasangan, transportasi, pembantu rumah tangga, rekening listrik, telepon dan air, pakaian, pembantu rumah tangga, hiburan dan mainan anak. Siapkan dana pendidikan Lewat asuransi, Anda bisa merengkuh beberapa tujuan keuangan keluarga. Misalnya saja produk dari Panin Life. Joanna mencontohkan pihaknya memiliki produk Panin New Multilink. Sesuai namanya, produk ini multifungsi. Pertama, dapat dijadikan asuransi pendidikan anak setiap periode yang ditetapkan sendiri. Kedua, memiliki dana investasi.